Sunda Empire Enggan Dibandingkan dengan Keraton Lain

JAKARTA, BERITAJAVA -- Pejabat Sunda Empire, Rangga Sasana memperjelas jika Sunda Empire tidak sama juga dengan Keraton Agung Sejagat (KAS). SIa mengkalim Sunda Empire sudah ada semenjak waktu Alexander the Great. 

Ini dikatakannya Rangga waktu ada dalam acara ILC TV One yang bertopik Siapa di Balik Raja-raja Baru yang tampil pada Selasa (21/1/2020) malam. 

JAVAONLINE77 - TOGEL ONLINE

"(Sunda Empire) ada dari jaman 324 sebelum masehi itu telah ada," kata Rangga seperti diambil BERITAJAVA, Rabu (22/1/2020). 

Dia meneruskan, "Jadi unsur kehadiran Sunda Empire itu jangan disejajarkan dengan keraton-keraton yang ada barusan. Ini satu skema tata negara dunia yang berada di internasional." 

Salah satu petinggi Sunda Empire - JAVAONLINE77
JAVAONLINE77 - SITUS TOGEL TERPERCAYA

Rangga akui tidak paham benar-benar masalah Keraton Agung Sejagat. Dia akui belum pernah berjumpa dengan cara langsung dengan figur Totok Santoso yang mengklaim jadi Raja KAS. 

"Jika saudara Toto barusan menyingung masalah terdapatnya DEC (Development Committee), saya tidak paham terdapatnya DEC. Saya tidak paham mukanya pak Toto seperti apa," kata Rangga. 

Menurut dia, Keraton Agung Sejagat sudah melanggar ketentuan Sunda Empire. 

JAVAONLINE77 - IDNTOGEL

"Yang saya nilai, urutan saudara Toto dengan keraton agungnya itu ialah telah melanggar ketentuan, di luar skema Sunda Empire. Jadi harus diberi hukuman," tutur Rangga dengan tegas. 

"Sunda Empire telah memperjelas sesudah perang dunia ke-2 tidak ada satupun negara atau pemerintah yang dibangun tanpa ada izin Sunda Empire," paparnya. 

Keraton Agung Sejagat, menurut Rangga, berdiri tanpa ada izin Sunda Empire. 

Untuk didapati, Rangga Sasana sudah memberi beberapa pengakuan polemis yang lain. Dia mengklaim Sunda Empire bisa hentikan perang nuklir sampai Bill Gates serta Jack Ma akan masuk dengannya. 

"Saya katakan yang dapat hentikan nuklir tidak diledakkan ialah Sunda Empire. Dalam tempo dekat akan dipublikasikan empire skema. Jack Ma (pendiri Alibaba) serta Bill Gates (miliuner AS) berada di sana," klaim Rangga Sasana dalam video yang disaksikan Suara.com, Minggu (19/1/2020). 

Posting Komentar

0 Komentar