JAKARTA, BERITAJAVA - Dewan Pengawas TVRI menjelaskan, siaran Liga Inggris yang hak siarnya dibeli Helmy Yahya waktu memegang Direktur Penting tidak sesuai jati diri bangsa.
Ketua Dewan Pengawas TVRI, Arief Hidayat Thamrin menjelaskan, TVRI seharusnya memberi siaran mendidik yang punya nilai-nilai keindonesiaan.
JAVAONLINE77 - TOGEL ONLINE
"Tupoksi TVRI sesuai dengan visi misi TVRI ialah tv publik. Kami bukan swasta, jadi yang paling penting ialah edukasi, jati diri, media pemersatu bangsa," tutur Arief dalam rapat dengan Komisi I DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (22/1/2020).
"Prioritas programnya semacam itu. Realisasinya saat ini kita tonton Liga Inggris," kata Arief Hidayat Thamrin.
![]() |
| Helmi Yahya sedang menjelaskan perihal prestasi selama pegang TVRI - JAVAONLINE77 |
JAVAONLINE77 - SITUS TOGEL TERPERCAYA
Tidak hanya Liga Inggris, dia menyentuh masalah siaran Discovery Kanal.
Menurut Arief, ada banyak pilihan siaran lain yang dapat diberikan TVRI pada publik.
"Discovery Kanal kita tonton buaya di Afrika, walau sebenarnya buaya di Indonesia mungkin semakin lebih baik," tutur Arief.
Ia memandang, banyak siaran tayangan asing di TVRI sepanjang kepemimpinan Helmy Yahya.
JAVAONLINE77 - IDNTOGEL
Menurut Arief, ini dikarenakan Helmy begitu memburu angka sharing serta rating. Helmy juga dipandang tidak kerja sesuai misi serta visi TVRI.
Walau sebenarnya, kata Arief, TVRI adalah aliran tv publik hingga tidak sama dengan swasta.
"Seakan-akan Direksi TVRI memburu rating serta sharing seperti tv swasta," katanya.
Awalnya, Dewan Pengawas TVRI mengatakan jika hak siar Liga Inggris mempunyai potensi memunculkan tidak berhasil bayar alias utang.
Serta, menurut Anggota Dewas TVRI Terakhir Trishadiatmoko, kekuatan utang itu seperti dengan kritis keuangan di PT Asuransi Jiwasraya.
"Saya akan berikan mengapa Liga Inggris itu jadi salah satunya penyebab tidak berhasil bayar atau timbulnya utang rasio kecil seperti Jiwasraya," kata Moko dalam rapat dengan Komisi I DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (21/1/2020).
Moko mengemukakan, Helmy sempat menjelaskan jika program Liga Inggris disiarkan tanpa ada ongkos.
Tetapi, menurutnya, penayangan Liga Inggris memiliki biaya sejumlah Rp 126 miliar untuk kontrak tiga session, yakni sepanjang 2019-2022.
"Tiap session memiliki biaya 3 juta USD untuk 76 match atau sejumlah lebih dari Rp 552 juta per laga," tutur ia.
"Jika diekuivalen program rata-rata di TVRI yang dikatakan pada kami 15 juta per episode. Ini dapat membayar 37 episode atau dua bulan program yang lain," kata Moko.
Helmy Yahya selanjutnya menerangkan jika TVRI menyiarkan Liga Inggris jadi program favorit.
"Semua stasiun di dunia ingin punya satu program killer konten, monster konten, atau locomotive konten yang membuat orang melihat TVRI," tutur Helmy Yahya dalam pertemuan wartawan pada 17 Januari yang lalu.
Ia menjelaskan, dengan terbatasnya budget, TVRI sukses mendapatkan hak siar Liga Inggris, yakni bekerja bersama dengan Mola TV.
Helmy Yahya pastikan jika hak siar Liga Inggris ini didapati serta mendapatkan kesepakatan dari Dewan Pengawas TVRI.
Sedang, Direktur Program serta Kabar berita TVRI Apni Jaya Putra menerangkan, dengan administratif, Liga Inggris disampaikan pada Dewan Pengawas TVRI pada 17 Juli 2019.
Laporan dikatakan dalam rapat yang di pimpin langsung oleh Ketua Dewan Pengawas LPP TVRI Bijak Thamrin yang didatangi semua barisan direksi TVRI.





0 Komentar